Pemerintah Gencar Berantas Korupsi (Kata Spanduknya)

Oleh Ari Aksamil Kalau pemerintah bikin lomba bikin spanduk antikorupsi, mungkin Indonesia sudah juara dunia. Dari instansi kecil sampai lembaga besar, semua berlomba-lomba pasang banner bertuliskan “Stop Korupsi!”Font tebal, warna merah, ukuran jumbo pokoknya meyakinkan banget. Tapi sayangnya, yang meyakinkan itu cuma desainnya.Karena kenyataannya, kasus korupsi masih muncul kayak episode sinetron: nggak abis-abis, penuh plot twist, pemerannya muter-muter, dan ending-nya bisa ditebak. Tiap ada kasus baru, masyarakat cuma bisa geleng-geleng sambil bilang:“Spanduknya makin banyak, korupsinya makin kreatif.” Kenapa Korupsi Susah Hilang? 1. Integritas Lemah, Godaan Anggaran KuatBanyak pejabat idealis hanya di awal. Begitu lihat anggaran besar, prinsip langsung goyah dengan…

Dampak Korupsi Bukan Cuma Uang, Tapi Nyawa Keadilan dan Masa Depan Indonesia

Oleh Aryo Chandra Ray Hash Kebenaran dibungkam, keadilan ditutup-tutupi. Semua dibayar tunai. Korupsi itu Bukan Urusan Mereka, Tapi Urusan Kita Sering kesal lihat jalan cepat rusak? Anak susah dapat fasilitas sekolah yang bagus? Itu semua karena korupsi. Uang yang seharusnya untuk rakyat malah masuk kantong pejabat. Ini dia 4 kerusakan besar yang kita rasakan akibat korupsi: 1. Dampak Ekonomi: Kita Semua Ikut Miskin Uang triliunan yang seharusnya buat subsidi atau pembangunan penting, malah digarong. Akibatnya, negara jadi “bokek”. Uang pembangunan dipotong. Hasilnya, jalan, jembatan, atau gedung cepat rusak. Kita harus bayar pajak lagi buat perbaikan! Lapangan Kerja Susah: Investor asing…

Dari Kantor ke Kantong: Cerita Lama tentang Korupsi yang Belum Tamat

Oleh Nazwa Alfira Di atas kertas, Indonesia punya banyak aturan dan lembaga buat berantas korupsi. Tapi realitanya, kasus baru tetap aja bermunculan. Dari proyek fiktif sampai mark-up anggaran, semua berujung ke satu hal: duit rakyat pindah halus dari kantor ke kantong. Jadi wajar kalau banyak yang bilang, korupsi di negeri ini udah kayak budaya yang susah banget dihapus. Kenapa Korupsi Susah Banget Hilang? Banyak orang bilang korupsi terjadi karena dua hal: kesempatan dan niat. Ketika seseorang punya kekuasaan tapi minim integritas, dan sistem pengawasan longgar, maka peluang penyalahgunaan jabatan terbuka lebar. Di sisi lain, budaya masyarakat yang permisif terhadap praktik…

Pengakuan Hukum Internasional

Nama                       : Mut MainahNIM                         : 231011500011Program Studi         : Pendidikan Pancasila Dan KewarganegaraanFakultas                   : Keguruan dan Ilmu PendidikanPerguruan Tinggi    : Universitas PamulangMata Kuliah            : Hukum InternasionalDosen Pengampu    : Bapak Herdi Wisman Jaya, S.Pd., M.H Prolog Pengakuan dalam hukum internasional merupakan isu fundamental dan salah satu aspek yang paling sarat dengan kompleksitas, baik secara yuridis maupun politis. Secara klasik, Pengakuan Negara didefinisikan sebagai tindakan formal yang mengonfirmasi bahwa suatu entitas telah memenuhi kriteria kenegaraan, sebagaimana tercantum dalam Konvensi Montevideo 1933 (yaitu: wilayah permanen, penduduk tetap, pemerintahan, dan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan negara lain). Namun, di panggung global yang dinamis, esensi pengakuan seringkali terperangkap…

Bukan Lagi Kasus Biasa: Tanggung Jawab Pemerintah atas Keracunan Massal Siswa

Berulang kali kita membaca berita: puluhan siswa sekolah harus dilarikan ke puskesmas, sebagian muntah-muntah, sebagian lagi lemas tak berdaya. Ironisnya, semua itu bukan karena bencana alam, melainkan dari makanan yang seharusnya menyehatkan mereka. Di Tangerang Selatan, sejumlah siswa SD di Kecamatan Setu jatuh sakit usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil laboratorium menyebut adanya kontaminasi bakteri E. coli dari salah satu dapur penyedia. Pemerintah memang cepat menutup dapur itu, tapi pertanyaannya: mengapa pengawasan selalu datang setelah korban berjatuhan? Kasus serupa bukan hanya terjadi di Tangsel. Di Bogor, ratusan siswa dari TK hingga SMA harus dirawat usai makan MBG, hingga…

Jaminan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia

Nama Mahasiswa : Wiwit Lestari SetyaningsihNIM : 231011500017Mata Kuliah : Hukum InternationalDosen Pengampu : Dr. Herdi Wisman Jaya S.Pd.,M.HProgram Studi : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendahuluan Hak asasi manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat. Salah satu hak yang paling fundamental adalah hak kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB). Hak ini bersifat non-derogable rights, artinya tidak boleh dikurangi dalam keadaan apapun. Indonesia sebagai negara yang majemuk memiliki tantangan besar dalam menjaga dan menjamin hak tersebut. Meskipun UUD 1945 Pasal 28E dan Pasal 29 secara tegas mengatur jaminan kebebasan beragama, realitas di…

Melawan Gelombang Kekerasan Seksual: Tantangan Penegak Hukum Dalam Perlindungan Korban Seksual

Penulis: CINDY AYU AFRIYANTI Ilmu Hukum, Universitas Pamulang portalbersama.com – Tangerang Selatan, 12 Januari 2025 – Setiap tahun, angka kekerasan seksual di Indonesia terus mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan, hal ini tentunya sudah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa situasi darurat kekerasan seksual di Indonesia tidak juga teratasi walau telah diterbitkannya berbagai undang-undang yang berkaitan dengan kejahatan seksual. Data dari berbagai lembaga menunjukan bahwa alih-alih menurun, kasus kekerasan seksual justru semakin meluas dengan target korbannya yang telah mencakup semua kelompok usia dan gender. Fenomena ini tentunya akan menimbulkan pertanyaan mendalam tentang apa yang salah? Apakah akar permasalahan ini  terletak dari lemahnya…

CYBERCRIME DAN PENEGAKAN HUKUM DI ERA GLOBALISASI

Oleh : Olivia Putri Noah  Program Studi : Ilmu Hukum, Universitas Pamulang  portalbersama.com – Tangerang Selatan, 22 Desember 2024 – Cybercrime atau kejahatan siber merupakan salah satu tindakan kriminal yang melibatkan teknologi digital atau jaringan komputer sebagai alat utama. Dalam era globalisasi ini, teknologi yang terus berkembang memungkinkan untuk pelaku kejahatan melintasi batas negara tanpa harus berpindah secara fisik, bentuknyapun sangat beragam mulai dari penipuan online, pencurian identitas, serangan malware, dan hingga peretasan sistem.  1. Mengapa Cybercrime semakin marak?  Karena dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, semakin banyak pula celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Dan juga adanya kurang…

Mahasiswa Universitas Pamulang Lakukan Pengabdian Masyarakat di SMKN 3 Tangerang Selatan

portalbersama.com – Tangerang Selatan, 22 Agustus 2024 – Sekelompok mahasiswa dari Universitas Pamulang yang dipimpin oleh Muhamad Yakub, bersama dengan wakil ketua Dike Aulia Nabila dan anggota lainnya yaitu Astri Kusuma Putri, Dhanis Vidya Mahendra Putty, dan Sarah Amelia, telah berhasil melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMKN 3 Tangerang Selatan. Didampingi oleh Dr. Suhendar, S.H., M.H., selaku dosen pembimbing, dan perwakilan guru dari SMKN 3 Tangerang Selatan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya etika dalam pergaulan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kegiatan PKM yang diadakan pada 20 Mei 2024 ini difokuskan pada sosialisasi mengenai…

Perancangan Aplikasi Sistem Administrasi Berbasis Web oleh Mahasiswa Universitas Pamulang di Kantor Notaris I Wayan Juniantara, S.H., M.Kn.

portalbersama.com – Tangerang, 29 Juni 2024 — Sekelompok mahasiswa Universitas Pamulang, yaitu Andini Gustiani, Haris Rizky Fauzi, dan Muhammad Chumaidi, telah sukses melaksanakan kegiatan kerja praktek di Kantor Notaris I Wayan Juniantara, S.H., M.Kn. Kegiatan ini berlangsung dari 25 Maret hingga 25 Mei 2024 dan bertempat di Ruko Pascal Timur No. 03, Gading Serpong, Jl. Scientia Square Barat 1, Medang, Pagedangan, Tangerang, Banten 15334. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses administrasi di kantor notaris yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan perancangan aplikasi sistem administrasi berbasis web, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan…