Dari Kode ke Kehidupan: Mengapa Memprogram adalah Kemampuan Fondasi di Abad 21

Penulis: Ragil Nur Iman, S.Kom., M.Kom.Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang. Ketika kita mendengar kata “pemrograman”, yang terbayang mungkin adalah deretan teks asing di layar hitam, seorang jenius berkacamata dengan secangkir kopi, atau mungkin robot-robot canggih yang bergerak lincah. Gambaran itu tidak sepenuhnya salah, tetapi esensi pemrograman jauh lebih dalam dan lebih manusiawi dari sekadar itu. Pada intinya, pemrograman adalah seni memberi instruksi. Ini adalah proses kreatif di mana kita, sebagai manusia, menerjemahkan logika dan solusi kita ke dalam bahasa yang dimengerti oleh mesin. Bahasa itu bisa berupa Python, JavaScript, C++, atau ratusan bahasa lainnya. Namun, terlepas dari sintaksnya, tujuan…

Ketika AI Mulai Berpikir untuk Mahasiswa

Oleh : Yan Mitha Djaksana – Dosen Prodi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pamulang Seorang mahasiswa kini dapat menyelesaikan tugas yang dahulu membutuhkan waktu berjam-jam hanya dalam beberapa menit. Ia cukup mengetikkan pertanyaan, menjelaskan topik, atau mengunggah dokumen, lalu sebuah sistem kecerdasan buatan menyajikan jawaban yang rapi, sistematis, bahkan dilengkapi dengan argumentasi. Di satu sisi, ini adalah kemajuan luar biasa. Mahasiswa memiliki tutor digital yang dapat diakses kapan saja. Mereka dapat meminta penjelasan ulang terhadap konsep yang sulit, mencari ide penelitian, memperbaiki struktur tulisan, menerjemahkan bahan bacaan, hingga membantu memahami data. Namun, ada satu pertanyaan yang semakin penting untuk…

Manajemen Sains Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Ditulis Oleh : Eko Suharyanto, S.T., M.Kom Program Studi Sistem Informasi Fakutas Ilmu Komputer Universitas Pamulang Di tengah era ketidakpastian dan perubahan pasar yang serba cepat, proses pengambilan keputusan di ranah bisnis maupun organisasi publik tidak lagi bisa semata-mata mengandalkan intuisi, naluri, atau feeling. Mengandalkan “firasat pimpinan” tanpa pembuktian analitis sering kali berujung pada inefisiensi alokasi sumber daya, fluktuasi operasional, hingga kerugian finansial yang signifikan. Di situlah Manajemen Sains (Management Science) hadir sebagai fondasi mendasar dalam mewujudkan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Selama puluhan tahun, banyak pemimpin mengandalkan intuisi atau gut feeling dalam menentukan arah strategis. Meskipun naluri…

Tingkatkan Akurasi Finansial Logistik, Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Aplikasi “TKU-Costing” pada PT Tigapilar Kapital Utama

TANGGERANG SELATAN, Sebagai wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan integrasi keilmuan teknologi informasi terhadap kebutuhan sektor industri, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pamulang, berhasil merancang dan mengimplementasikan aplikasi manajemen biaya logistik berbasis web bernama TKU-Costing pada PT. Tigapilar Kapital Utama. PT. Tigapilar Kapital Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan layanan logistik, pengadaan komoditas, dan manajemen rantai pasok. Sebelum hadirnya aplikasi TKU-Costing, seluruh alur pencatatan transaksi, pemantauan harga beli bahan baku dari pemasok, hingga kalkulasi harga jual dan penentuan margin keuntungan ke berbagai titik pengiriman masih dikelola secara manual menggunakan puluhan lembar kerja…

Cloud Computing: Teknologi di Balik Kehidupan Digital Kita

Oleh: Hidayatullah Al IslamiProgram Studi Teknik InformatikaFakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang Tanpa disadari, sebagian besar aktivitas digital kita hari ini bergantung pada cloud computing. Menyimpan foto di Google Drive, mengirim email, mengikuti kelas daring, menonton video, hingga menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan merupakan contoh sederhana penggunaan teknologi cloud. Namun, masih banyak orang memahami “cloud” hanya sebagai tempat menyimpan data di internet. Padahal, fungsinya jauh lebih luas. Cloud computing memungkinkan pengguna mengakses penyimpanan, aplikasi, server, dan berbagai sumber daya komputasi melalui internet tanpa harus memiliki seluruh perangkat keras sendiri. Sederhananya, kita dapat menggunakan kebutuhan teknologi sesuai keperluan tanpa harus membangun semuanya dari…

Apakah Teori Bahasa dan Automata Masih Relevan di Era ChatGPT?

Oleh: Susanna Dwi Yulianti KusumaProgram Studi Teknik InformatikaFakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang ChatGPT telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan komputer. Kini, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membantu menulis artikel, menerjemahkan bahasa, mencari informasi, bahkan membuat kode program hanya dalam hitungan detik. Perkembangan ini memunculkan sebuah pertanyaan: apakah mahasiswa informatika masih perlu mempelajari Teori Bahasa dan Automata ketika AI sudah mampu membantu membuat program? Bagi sebagian mahasiswa, Teori Bahasa dan Automata memang dianggap sebagai mata kuliah yang sulit dan abstrak. Di dalamnya terdapat materi seperti finite automata, regular expression, DFA, NFA, context-free grammar, hingga Turing machine. Berbeda dengan mata kuliah…

Coding Bukan Sekadar Keterampilan, Tapi Cara Berpikir

Oleh: Leni Susanti, S.Kom., M.Kom. Di era digital yang serba cepat, coding sering dianggap sekadar kemampuan teknis bagi programmer. Padahal, coding jauh lebih dari itu—ia adalah latihan berpikir logis, sistematis, dan kreatif. Belajar coding berarti belajar memahami masalah, memecahnya menjadi bagian kecil, lalu menyusun langkah penyelesaian secara terstruktur. Coding Mengajarkan Pemecahan Masalah Setiap program dibuat untuk menyelesaikan masalah. Sebelum menulis kode, programmer harus memahami persoalan dan menguraikannya menjadi bagian sederhana—proses yang disebut problem decomposition. Pendekatan ini berguna dalam kehidupan sehari-hari: menentukan tujuan, mengenali masalah, menyusun langkah, menjalankan solusi, dan mengevaluasi hasil. Coding, dengan demikian, melatih pola pikir terarah dan analitis.…

Shadow AI: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mengintai Keamanan Perusahaan

Oleh: SavitriDosen Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pamulang Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara dunia bekerja. Dalam hitungan detik, AI mampu menyusun laporan, membuat presentasi, menerjemahkan dokumen, merangkum hasil rapat, hingga membantu analisis data yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam. Tidak mengherankan jika teknologi ini dengan cepat menjadi “rekan kerja digital” di berbagai organisasi, baik sektor swasta maupun pemerintahan. Namun, di balik lonjakan produktivitas tersebut, tersimpan ancaman baru yang belum banyak mendapat perhatian, yakni Shadow AI. Menurut saya, inilah salah satu risiko terbesar dalam transformasi digital saat ini. Ancamannya tidak terlihat, tetapi dampaknya dapat sangat nyata bagi keamanan informasi perusahaan.…

Smart Farming, Agrovoltaic, dan AI: Jalan Baru Menuju Ketahanan Pangan Indonesia

Oleh: Iwan Giri WaluyoDosen Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pamulang Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Ironisnya, isu ketahanan pangan masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah benar-benar selesai. Di tengah ancaman perubahan iklim, penyusutan lahan produktif, kenaikan biaya energi, dan rantai distribusi yang belum efisien, sektor pertanian dituntut mampu menghasilkan pangan yang cukup sekaligus tetap menguntungkan bagi petani. Menurut saya, tantangan sebesar ini tidak lagi dapat dijawab hanya dengan cara-cara konvensional. Sudah saatnya kita menempatkan teknologi sebagai mitra strategis dalam membangun pertanian masa depan. Saya melihat kombinasi smart farming, teknologi agrovoltaic, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) sebagai salah satu…

AI DAN MASA DEPAN TECHNOPRENEURSHIP: ADAPTASI TEKNOLOGI SEBAGAI KUNCI DAYA SAING

Ditulis Oleh : Ir. Chairul Anwar, S.Kom., M.Kom. Program Studi Sistem Informasi Fakutas Ilmu Komputer Universitas Pamulang Perkembangan Kecerdasan Buatan Atau Artificial Intelligence (AI) Telah Membawa Perubahan Besar Dalam Berbagai Bidang Kehidupan, Termasuk Dunia Bisnis Dan Kewirausahaan. Teknologi Yang Dahulu Dianggap Sebagai Bagian Dari Masa Depan Kini Telah Menjadi Alat Yang Dapat Digunakan Dalam Aktivitas Bisnis Sehari-Hari. Kondisi Tersebut Menunjukkan Bahwa Technopreneurship Tidak Lagi Hanya Berbicara Tentang Kemampuan Menciptakan Produk Berbasis Teknologi, Tetapi Juga Tentang Kemampuan Beradaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Yang Berlangsung Sangat Cepat. Dalam Konteks Technopreneurship, AI Memiliki Potensi Besar Untuk Mengubah Cara Seorang Pengusaha Membangun Dan Mengembangkan Bisnis.…