KOTA BEKASI — Mahasiswa Program Magister Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam) telah menyelesaikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan serah terima dan sharing knowledge sistem pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai berbasis Internet of Things (IoT) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2025 diharapkan bisa menjadi solusi atas sistem pemantauan manual yang dinilai kurang efisien dan rentan terhadap keterlambatan informasi saat terjadi bencana banjir.Acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) secara resmi dibuka dengan sambutan dari Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso. Beliau menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam mendukung upaya mitigasi bencana di wilayahnya. Mewakili tim mahasiswa Program Magister Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam) sekaligus Ketua Panitia PKM , giliran Asiyah memberikan sambutan yang menandai dimulainya serangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan teknis.

Dalam sesi presentasi PKM di depan petugas BPBD, mahasiswa memberikan pengenalan mendalam mengenai sistem yang telah mereka rancang dan pasang di lapangan. Petugas BPBD diberi pemahaman tentang komponen utama perangkat keras, termasuk sensor radar presisi Vegapuls C21 yang mampu mengukur ketinggian air secara non-kontak dan otomatis , serta cara kerja catu daya mandiri dari panel surya yang menjamin operasional alat 24 jam. Sesi pengenalan sistem hardware ini mencakup prinsip kerja, instalasi, dan pemeliharaan.

Data pengukuran TMA yang ditransmisikan via modul 4G disimpan secara kontinu dalam database time-series InfluxDB dan kemudian ditampilkan secara visual menggunakan Grafana Dashboard. Selama sesi sharing knowledge, petugas diberikan panduan untuk mengakses dan menganalisis grafik Water Level untuk melihat kondisi dalam 24 jam terakhir, memeriksa status perangkat keras (daya dan sensor), serta mengaktifkan fitur notifikasi otomatis ketika TMA melampaui level siaga.Melalui sesi tanya jawab dan diskusi, tim PKM memastikan BPBD Kota Bekasi memiliki kompetensi untuk memanfaatkan sistem ini secara maksimal, sehingga dapat mengambil keputusan mitigasi yang cepat dan berbasis data real-time. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam mitigasi bencana berbasis teknologi.
