Dukung Ekonomi Kreatif, Joko Anwar Bebaskan Royalti Merchandise Film ‘Ghost in the Cell’ bagi Pelaku UMKM

JAKARTA – Sutradara kenamaan Indonesia, Joko Anwar, kembali membuat gebrakan di industri kreatif tanah air. Melalui pengumuman terbaru di media sosialnya, Joko Anwar memberikan kebebasan penuh kepada seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memproduksi dan menjual merchandise resmi dari film terbarunya yang bertajuk Ghost in the Cell.

Langkah ini tergolong tidak biasa di industri perfilman, di mana hak kekayaan intelektual (IP) biasanya dijaga sangat ketat dan memerlukan biaya lisensi yang besar untuk penggunaan komersial. Namun, Joko Anwar justru mempersilakan para pengusaha lokal untuk menggunakan aset resmi dan identitas merek film tersebut secara gratis dan bebas royalti.

Akses Aset Resmi Secara Terbuka

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, sutradara yang sukses lewat berbagai film box office ini menegaskan bahwa inisiatif ini ditujukan khusus untuk keperluan komersial skala UMKM. Ia juga telah menyediakan tautan khusus di profil media sosialnya yang berisi aset visual resmi guna memudahkan para pelaku usaha dalam proses desain produk.

“Teman-teman UMKM yang ingin membuat dan menjual merchandise dari Ghost in the Cell dipersilakan menggunakan aset dan brand identity Ghost in the Cell secara gratis dan bebas royalti untuk keperluan komersial skala UMKM,” tulis Joko Anwar dalam keterangan unggahannya.

Meski memberikan kebebasan, Joko tetap menekankan pentingnya profesionalisme. Ia mengimbau para peminat untuk membaca Terms of Use atau ketentuan penggunaan yang telah disertakan dalam folder aset tersebut. Hal ini bertujuan agar penggunaan identitas film tetap sesuai dengan koridor yang ditetapkan dan tidak menyalahi etika bisnis maupun estetika karya aslinya.

Mendorong Sinergi Industri Film dan Ekonomi Rakyat

Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk “merayakan” kehadiran film Ghost in the Cell bersama masyarakat luas. Dengan melibatkan UMKM, promosi film tidak lagi bersifat satu arah dari rumah produksi, melainkan menjadi gerakan organik yang melibatkan ekosistem ekonomi kerakyatan.

Pengamat industri kreatif menilai bahwa strategi ini memberikan dampak ganda (multiplier effect). Di satu sisi, para pelaku UMKM mendapatkan peluang pendapatan baru dengan memanfaatkan momentum popularitas film Joko Anwar. Di sisi lain, kehadiran berbagai produk kreatif seperti kaos, aksesori, hingga barang koleksi lainnya secara luas di pasar akan memperkuat brand awareness film Ghost in the Cell itu sendiri.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *