Nama : RANI SRI LESTARI
Nim. : 241011550001
Mat. Kul. : IDEOLOGI NEGARA PANCASILA
Nama dosen : Dr. HERDI WISMAN JAYA, CT.,S.Pd.,M.H.,C.Ht.
Sepanjang perjalanan sejarah Indonesia, Pancasila selalu menjadi pedoman utama yang menjaga arah dan ketahanan bangsa. Ideologi ini bukan hanya memuat tentang nilai moral, tetapi juga telah menjadi panduan hidup yang merangkum cita-cita bersama bersama sejak sebelum masa kemerdekaan hingga Indonesia masa kini.
Di negara yang memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Pancasila berperan sebagai pengikat yang memungkinkan masyarakatnya hidup dengan harmonis. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga telah memberikan ruang bagi setiap kelompok untuk saling menghormati, tanpa ada yang merasa lebih unggul satu sama lain.
Seperti yang tertuang di sila Pancasila.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Yang menegaskan pentingnya kehidupan beragama tanpa menjadikan negara Indonesia sebagai negara agama. Karena Pancasila tetap menempatkan toleransi dan kebebasan berkeyakinan sebagai pondasi , sehingga kerukunan antar umat dapat selalu terjaga di tegah ragam tradisi keagamaan yang ada.
Sila ke dua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
Mengingat bahwa setiap orang memiliki hak dan martabat yang harus di hormati. Maka dalam kehidupan modern, nilai ini dapat menjadi landasan bagi penegakan HAM. Serta sebagai perlindungan terhadap kelompok-kelompok yang masih mengalami ketidak adilan.
Sila ke tiga, Persatuan Indonesia.
Melihat dari banyaknya keragaman yang ada di negara kita, jadi pedoman pemersatu seperti yang tertuang di sila ke tiga ini sangat penting adanya untuk merekatkan keseluruhannya menjadi satu kesatuan yang memiliki semangat kebersamaan yang satu yaitu sebagai rakyat Indonesia.walau pun berbeda tetapi tetap satu yaitu Indonesia.
Demokrasi dalam sila ke empat juga memuat ciri khas dari bangsa Indonesia, yaitu pengambilan keputusan dengan cara bermusyawarah. Prinsip ini menekankan pentingnya kepentingan bersama, bukan hanya karena hitungan suara terbanyak atau hanya kepentingan politik sesaat.
Sila ke lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hai itu menjadi tujuan yang terus harus di perjuangkan. Karena keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak cukup hanya di lihat dari pertumbuhan ekonomi saja. Tetapi juga dapat terlihat dari pemerataan kesempatan, peningkatan pendidikan, dan kesejahteraan yang lebih merata.
Di tengah derasnya globalisasi, Pancasila juga dapat berfungsi sebagai penyaring dari nilai-nilai budaya luar. Globalisasi memegang membawa manfaat, namun Globalisasi juga dapat berpotensi mengikis karakter bangsa jika tidak di imbangi dengan keteguhan pada nilai-nilai dasar yang telah di sepakati bersama.
Perkembangan digital juga telah menimbulkan persoalan baru seperti misinformasi, ujar kebencian dan polarisasi. Situasilah ini yang menuntut masyarakat untuk harus menjadi semakin lebih bijak dan tetap berpegang pada etika kebangsaan yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan digitalisasi.
Pendidikan juga memegang peran penting dalam menjaga relevansi Pancasila. Karena pembelajaran Pancasila tidak boleh hanya sebatas hafalan saja, melainkan harus di kaitkan dengan pengalaman yang nyata, agar siswa dapat benar-benar dapat memahami dan dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai Pancasila juga harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan. Transparansi, kejujuran, dan upaya pencegahan korupsi juga dapat menjadi bukti bahwa negara benar-benar menjalankan prinsip keadilan dan membuktikan bahwa negara telah menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Dalam bidang ekonomi, Pancasila telah mendorong terciptanya kerja sama antar negara, sektor swasta, dan masyarakat. Karena sistem ekonomi yang ideal adalah sistem ekonomi yang mampu mencegah monopoli, memberdayakan UMKM, dan memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dari sisi sosial dan budaya, Pancasila dapat menjadi payung yang menjaga keberagaman budaya nasional. Dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya pun dapat mendorong masyarakat untuk dapat lebih menghargai tradisi lokal, sekalipun tetap terbuka terhadap perubahan Pancasila tetap kokoh tanpa kehilangan atau pu menghilangkan identitas asli bangsa.
Walau menghadapi berbagai tantangan, Pancasila telah terbukti memeiliki daya lenting yang kuat. Ia dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar, sehingga masih sangat dan tetap relevan sebagai dasar negara.
Dan pada akhirnya keberlanjutan Pancasila, berada di tangan seluruh rakyat Indonesia. Ketika masyarakat tidak hanya mengenal tetapi juga menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bangsa ini nantinya akan tetap mampu untuk menjaga persatuan dan kesatuan untuk melangkah maju menuju masa depan yang lebih adil, damai, dan beradab.