Pada tanggal 25 Mei 2026, mahasiswa dari program studi Teknik Informatika Universitas Pamulang, yaitu Muhdiatul Zannah, telah melaksanakan kegiatan observasi kerja di Lapangan Badminton Wisma Harapan yang berlokasi di Jalan Wisma Lantana IV Nomor D07-49, RT 006/RW 011, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten.
Lapangan Badminton Wisma Harapan merupakan salah satu fasilitas olahraga yang menyediakan jasa penyewaan lapangan bulu tangkis bagi masyarakat umum, baik untuk latihan pribadi, latihan klub, maupun kegiatan pertandingan. Fasilitas ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas olahraga masyarakat sekitar, dengan menyediakan sarana yang layak serta jadwal penggunaan lapangan yang diatur agar dapat digunakan secara bergantian oleh para penyewa. Pengelolaan lapangan badminton mencakup berbagai aspek operasional, seperti pengaturan jadwal pemesanan, penentuan jam operasional, pencatatan data pelanggan, serta proses pembayaran atas jasa sewa lapangan.
Kegiatan observasi ini bertujuan untuk memahami lebih dalam alur proses kerja operasional di Lapangan Badminton Wisma Harapan, khususnya pada proses pemesanan lapangan, pengelolaan data pelanggan, hingga proses pembayaran. Observasi ini dilakukan di bawah bimbingan Ibu Lili selaku pembimbing lapangan kami selama melakukan observasi di Lapangan Badminton Wisma Harapan.

Gambar 1 Perjanjian Kerjasama
Proses Kerja yang Diamati
Dalam kegiatan observasi, mahasiswa mengikuti jalannya proses kerja operasional lapangan dari awal hingga akhir, mencakup :
1. Pemesanan Lapangan
Proses pemesanan lapangan masih dilakukan secara manual, yaitu pelanggan menghubungi pihak pengelola melalui telepon atau datang langsung untuk menanyakan ketersediaan jadwal. Petugas kemudian mencatat pemesanan pada buku jadwal. Cara ini rawan terjadi bentrok jadwal apabila pencatatan tidak dilakukan secara teliti dan tepat waktu.
2. Pengecekan Ketersedian Lapangan
Pengelola melakukan pengecekan jadwal untuk memastikan lapangan yang dipilih masih tersedia. Pengecekan secara manual berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian informasi apabila terdapat beberapa pelanggan yang melakukan pemesanan pada waktu yang berdekatan.
3. Pengecekan Data Pelanggan
Data pelanggan dan informasi pemesanan dicatat oleh pengelola sebagai bagian dari administrasi booking. Pencatatan yang belum terintegrasi dapat menyulitkan proses pencarian dan pengelolaan riwayat pemesanan.
4. Pencatatan Data Booking
Informasi booking meliputi data pelanggan, lapangan, tanggal, waktu, serta status pemesanan. Data tersebut perlu dikelola secara terstruktur agar riwayat booking dapat ditelusuri dengan mudah dan status setiap pemesanan dapat diketahui secara jelas.
5. Proses Pembayaran
Setelah melakukan pemesanan, pelanggan melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi pembayaran perlu dicatat dan dikaitkan dengan data booking untuk memudahkan pengelolaan transaksi dan verifikasi pembayaran.
6. Pengelola Antrean Booking
Apabila terdapat beberapa pelanggan yang menginginkan jadwal yang sama, diperlukan mekanisme pengelolaan antrean berdasarkan urutan waktu pemesanan. Penerapan algoritma First Come First Served (FCFS) dapat digunakan untuk menentukan prioritas berdasarkan pelanggan yang melakukan pemesanan lebih dahulu.
7. Pengelola dan Pemantauan Booking
Pengelola perlu memantau data booking dan status pemesanan agar jadwal penggunaan lapangan dapat dikelola dengan baik. Informasi yang tersusun secara terintegrasi dapat membantu pengelola dalam memantau ketersediaan lapangan dan mengurangi risiko bentrok jadwal.

Gambar 2 Wawancara

Gambar 3 Menjelaskan Aplikasi Yang sudah dibuat
Catatan dan Tanggapan
Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pengelolaan lapangan badminton memerlukan pencatatan data booking dan jadwal yang terstruktur agar informasi ketersediaan lapangan dapat dikelola dengan lebih baik. Pengelolaan yang dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan kendala berupa bentrok jadwal, ketidakpastian ketersediaan lapangan, antrean pemesanan yang kurang tertib, serta kesulitan dalam pengelolaan data pelanggan, booking, dan pembayaran.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, diperlukan sistem informasi yang dapat mengintegrasikan proses booking lapangan, pengelolaan data pelanggan, data lapangan, jadwal, serta pembayaran. Sistem berbasis web diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pemesanan dan membantu pengelola dalam mengelola data booking secara lebih efektif, terstruktur, dan akurat.
Sebagai bentuk kontribusi dalam kegiatan observasi kerja ini, dilakukan perancangan dan implementasi sistem booking lapangan badminton Wisma Harapan berbasis web dengan menerapkan algoritma First Come First Served (FCFS). Algoritma tersebut digunakan untuk mengatur prioritas pemesanan berdasarkan urutan waktu booking sehingga proses pemesanan dapat berlangsung secara lebih tertib. Sistem mencakup pengelolaan data pelanggan, lapangan, jadwal, booking, dan pembayaran serta dilakukan pengujian untuk memastikan fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan.