Pengujian Black Box pada Sistem Sewa Gedung Diklat Tangsel menggunakan Teknik Equivalence Partitioning 

Ade Ardianto1, Endri Puta Bintang2 Rajin Nahampun S.Kom., M.Kom3 Naufal Nasrullah Burhan4 Rafi Basilva HusodoRaflizal Iqbal Alamsyah6,Raflizal Iqbal Alamsyah, Adam Fadiansyah S, Bayu Segoro, Fari salim

1Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

2 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

3 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

4 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

5 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

6 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

7 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

8 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

9 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Universitas Pamulang

1adeardianto@gmail.com, 2putabintang8@gmail.com, 3dosen00404@gmail.com 4Naufal150305@gmail.com, 5rafibasilvahusodo184@gmail.com, 6raflizaliqbalalamsyah@gmail.com

Abstrak

Gedung Diklat Tangsel adalah aplikasi berbasis website yang digunakan oleh calon penyewa untuk melakukan pemesanan (booking) gedung diklat secara daring, dilengkapi fitur Decision Support System (DSS) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu pengguna memilih jadwal terbaik berdasarkan kriteria ketersediaan jadwal, kapasitas ruangan, harga sewa, dan kelengkapan fasilitas. Untuk memastikan bahwa website sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna, dilakukan pengujian dengan memanfaatkan teknik Equivalence Partitioning untuk melihat kesesuaian fungsi dengan harapan dan kebutuhan pengguna. Black Box Testing adalah salah satu strategi pengujian perangkat lunak yang berfokus pada fungsionalitas, khususnya pada masukan dan keluaran aplikasi, tanpa melihat struktur kode di dalamnya. Equivalence Partitioning adalah teknik pengujian black box yang membagi domain data masukan ke dalam kelas-kelas data (valid dan tidak valid), dan dengan bantuan kelas-kelas tersebut, kasus uji (test case) dapat diturunkan secara lebih efisien. Pengujian dilakukan pada dua form utama, yaitu form Masuk (Login) dan form Booking Gedung. Sebagai hasil akhir pengujian, ditemukan bahwa validasi pada kedua form tersebut—baik validasi format email maupun validasi field wajib diisi—seluruhnya mengandalkan validasi bawaan browser (HTML5 native validation), bukan validasi yang diimplementasikan secara khusus oleh sistem/back-end, sehingga belum dapat dipastikan apakah server memiliki lapisan validasi tersendiri.

Kata Kunci

Pengujian Black Box; Equivalence Partitioning; Sistem Sewa Gedung; Gedung Diklat Tangsel

1. Pendahuluan

Pengujian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pengembangan sebuah aplikasi. Pengujian adalah aktivitas untuk menemukan kesalahan dalam isi, fungsionalitas, fitur, kinerja, dan keamanan suatu perangkat lunak. Pengujian perangkat lunak merupakan mekanisme mengoperasikan sebuah aplikasi dengan tujuan menemukan kesalahan pada aplikasi tersebut, dengan cara membandingkan hasil aktual dengan fungsi yang sebenarnya dibutuhkan, sehingga dapat dihasilkan aplikasi yang bermutu tinggi.

Perangkat lunak yang diuji dalam tulisan ini adalah Gedung Diklat Tangsel, sebuah sistem informasi sewa gedung yang dapat diakses melalui website pada alamat http://sewagedungdiklat.rf.gd/. Sistem ini digunakan oleh calon penyewa (user) untuk melihat daftar gedung yang tersedia beserta kapasitas dan harga sewanya, melakukan pengajuan booking gedung sesuai tanggal dan waktu yang diinginkan, serta memantau status pengajuan melalui menu Riwayat. Sistem ini juga dilengkapi fitur Rekomendasi DSS (Decision Support System) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang membantu pengguna memilih gedung dan jadwal terbaik berdasarkan empat kriteria, yaitu ketersediaan jadwal (bobot 30%), kapasitas ruangan (bobot 25%), harga sewa (bobot 25%, bersifat cost), dan kelengkapan fasilitas (bobot 20%). Pada sisi administrator, sistem menyediakan panel pengelolaan data gedung, jadwal, penyewaan (approval booking dengan status Pending/Disetujui/Ditolak/Selesai), serta konfigurasi bobot kriteria DSS.

Pada form Masuk (Login) sistem Gedung Diklat Tangsel, masukan yang digunakan adalah email dan password. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa validasi pada kolom email mengandalkan validasi bawaan browser (HTML5 native validation), yaitu memeriksa keberadaan simbol “@” pada masukan, bukan validasi yang dibangun secara khusus oleh sistem. Hal serupa juga ditemukan pada validasi field wajib diisi (required field), baik pada form Login maupun form Booking Gedung, yang seluruhnya ditangani oleh atribut HTML5 “required” pada browser, bukan oleh logika back-end. Kondisi ini menjadi perhatian khusus dalam pengujian, mengingat pada penelitian sejenis terhadap sistem informasi akademik berbasis web ditemukan bahwa ketergantungan validasi pada sisi klien (browser) tanpa adanya validasi pada sisi server dapat menjadi sumber kerentanan, karena validasi browser dapat dilewati melalui cara-cara tertentu seperti menonaktifkan JavaScript atau mengirim request langsung ke server.

Metode yang digunakan untuk menguji website Gedung Diklat Tangsel adalah Pengujian Black Box. Pengujian Black Box berguna untuk mengetahui apakah fungsi, masukan, dan keluaran dari program perangkat lunak telah sesuai dengan yang ditentukan atau diinginkan. Teknik pengujian dilakukan dengan menjalankan atau mengeksekusi unit aplikasi secara online melalui akses publik, kemudian membandingkan hasil aktual dengan hasil yang diharapkan.

Berdasarkan permasalahan pada sistem Gedung Diklat Tangsel, pengujian dirancang dengan Black Box teknik Equivalence Partitioning melalui beberapa tahapan, yaitu: identifikasi fitur, pembuatan deskripsi pengujian (test case), penentuan hasil yang diharapkan, pelaksanaan pengujian, dan penarikan kesimpulan.

2. Metodologi

Black Box Testing merupakan salah satu strategi pengujian program perangkat lunak yang berfokus pada sisi kemampuan, khususnya pada masukan dan keluaran perangkat lunak, untuk memastikan apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diperkirakan atau tidak.

Teknik Equivalence Partitioning adalah metode pengujian dengan pendekatan Black Box yang mempartisi data masukan ke dalam kelas-kelas yang merepresentasikan status program yang diinginkan (valid atau tidak valid). Status ini diuji dengan kasus uji yang didasarkan pada evaluasi nilai masing-masing kelas. Kondisi masukan dapat berupa nilai boolean, numerik, rentang nilai, maupun format tertentu seperti format email.

Test Case adalah rancangan atau rangkaian yang diambil melalui pengujian untuk mengonfirmasi kemampuan atau fitur tertentu dari suatu perangkat lunak. Dalam test case terdapat beberapa elemen, antara lain: ID Kasus Uji, Deskripsi Pengujian, Hasil yang Diharapkan, Hasil Pengujian, dan Kesimpulan.

Pengujian pada sistem Gedung Diklat Tangsel dilakukan pada dua form utama, yaitu form Masuk (Login) dan form Booking Gedung. Langkah awal adalah membuat test case untuk mengetahui kemungkinan skenario yang terjadi, kemudian melakukan pengujian masukan dan fitur sesuai dengan rancangan yang telah dibuat sebelumnya.

2.1 Pengujian Form Login (Masuk)

Form Masuk pada sistem Gedung Diklat Tangsel meminta pengguna untuk memasukkan Email dan Password. Dalam pengujian ini, masukan email dan password tidak boleh kosong, dan format email harus mengikuti standar format email yang valid (mengandung simbol “@” dan domain yang sesuai).

Gambar 1. Form Masuk (Login) Gedung Diklat Tangsel — contoh kasus email tanpa simbol “@” ditolak oleh validasi browser

IdDeskripsi PengujianHasil yang DiharapkanHasil PengujianKesimpulan
L01Mengisi email yang sudah terdaftar (contoh: admin@gedungdiklat.id), mengisi password yang benar, lalu klik “Masuk”Sistem berhasil membaca email dan password yang sudah tersimpan di database, lalu mengarahkan user ke halaman Dashboard sesuai peran (Admin/User).Data dengan email dan password yang benar berhasil dibaca oleh database, user diarahkan ke halaman Dashboard dengan pesan “Selamat datang, Administrator!”Sesuai
L02Mengisi email dengan format tidak valid, contoh “admid” (tanpa simbol “@” dan domain), lalu klik “Masuk”Sistem (back-end) menolak format email yang tidak valid sebelum data dikirim ke server, dan menampilkan pemberitahuan kesalahan format email.Input “admid” ditolak oleh validasi bawaan browser (HTML5 native validation) dengan pesan “Please include an ‘@’ in the email address. ‘admid’ is missing an ‘@’.” Data tidak sempat dikirim ke server, sehingga tidak dapat dipastikan apakah back-end memiliki validasi format email tersendiri.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)
L03Email dikosongkan, mengisi password, lalu klik “Masuk”Sistem menampilkan pemberitahuan bahwa field email wajib diisi sebelum proses login dilanjutkan.Muncul tooltip peringatan bawaan browser “Please fill out this field.” pada kolom Email. Proses login tidak dilanjutkan ke server.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)
L04Mengisi email, password dikosongkan, lalu klik “Masuk”Sistem menampilkan pemberitahuan bahwa field password wajib diisi sebelum proses login dilanjutkan.Muncul tooltip peringatan bawaan browser “Please fill out this field.” pada kolom Password. Proses login tidak dilanjutkan ke server.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)

2.2 Pengujian Form Booking Gedung

Form Booking Gedung terdiri atas field Pilih Gedung, Tanggal Mulai, Tanggal Selesai, Waktu Mulai, Waktu Selesai, Jumlah Peserta, dan Tujuan Penyewaan. Berdasarkan pengamatan terhadap form ini, dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa seluruh field yang ditandai wajib (*) tidak dapat dikosongkan, dan bahwa pengajuan booking yang lengkap dan valid berhasil tersimpan ke dalam sistem dengan menghasilkan kode booking unik.

Gambar 2. Form Booking Gedung — contoh kasus field Tanggal Mulai dikosongkan ditolak oleh validasi browser

Gambar 3. Form Login — contoh kasus email dikosongkan mengisi password lalu login

Gambar 4. Form Login — contoh kasus password dikosongkan mengisi email lalu login 

IdDeskripsi PengujianHasil yang DiharapkanHasil PengujianKesimpulan
B01Mengisi seluruh field wajib pada form Booking Gedung: memilih gedung “Ruang Kelas B (Rp 1.800)”, Tanggal Mulai dan Tanggal Selesai “26 Juni 2026”, Waktu Mulai “08:00 AM”, Waktu Selesai “05:00 PM”, serta mengisi Tujuan Penyewaan, lalu klik “Ajukan Booking”Sistem berhasil membaca seluruh data booking, menyimpannya ke database, menghasilkan kode booking otomatis, dan menampilkan notifikasi booking berhasil diajukan.Booking berhasil diajukan dengan kode otomatis BK-20260625-24DBA. Sistem menampilkan notifikasi hijau “Booking berhasil diajukan! Kode: BK-20260625-24DBA” dan data langsung muncul di halaman Riwayat Penyewaan dengan status “Pending”, gedung “Ruang Kelas B”, tanggal “26 Juni 2026”, waktu “08:00–17:00 WIB”, dan biaya “Rp 1.800.000”.Sesuai
B02Memilih gedung pada field “Pilih Gedung”, namun mengosongkan field “Tanggal Mulai” (field wajib lain tetap terisi default), lalu klik “Ajukan Booking”Sistem menampilkan pemberitahuan bahwa field Tanggal Mulai wajib diisi, dan proses pengajuan booking tidak dilanjutkan ke server.Muncul tooltip peringatan bawaan browser “Please fill out this field.” tepat di atas field Tanggal Mulai yang masih menampilkan placeholder “mm/dd/yyyy”. Proses booking tidak dilanjutkan.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)

3. Hasil dan Pembahasan

Setelah membuat rancangan test case pengujian, dilakukan beberapa pengujian sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat. Setelah itu disusun kesimpulan berdasarkan perbandingan antara output yang diharapkan dengan output yang dikeluarkan oleh sistem. Jika output sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka pengujian dinyatakan berhasil; jika belum, maka perlu segera diperbaiki oleh pengembang aplikasi. Hasil dari pengujian secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengujian

IdDeskripsi PengujianHasil yang DiharapkanHasil PengujianKesimpulan
L01Mengisi email yang sudah terdaftar (contoh: admin@gedungdiklat.id), mengisi password yang benar, lalu klik “Masuk”Sistem berhasil membaca email dan password yang sudah tersimpan di database, lalu mengarahkan user ke halaman Dashboard sesuai peran (Admin/User).Data dengan email dan password yang benar berhasil dibaca oleh database, user diarahkan ke halaman Dashboard dengan pesan “Selamat datang, Administrator!”Sesuai
L02Mengisi email dengan format tidak valid, contoh “admid” (tanpa simbol “@” dan domain), lalu klik “Masuk”Sistem (back-end) menolak format email yang tidak valid sebelum data dikirim ke server, dan menampilkan pemberitahuan kesalahan format email.Input “admid” ditolak oleh validasi bawaan browser (HTML5 native validation) dengan pesan “Please include an ‘@’ in the email address. ‘admid’ is missing an ‘@’.” Data tidak sempat dikirim ke server, sehingga tidak dapat dipastikan apakah back-end memiliki validasi format email tersendiri.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)
L03Email dikosongkan, mengisi password, lalu klik “Masuk”Sistem menampilkan pemberitahuan bahwa field email wajib diisi sebelum proses login dilanjutkan.Muncul tooltip peringatan bawaan browser “Please fill out this field.” pada kolom Email. Proses login tidak dilanjutkan ke server.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)
L04Mengisi email, password dikosongkan, lalu klik “Masuk”Sistem menampilkan pemberitahuan bahwa field password wajib diisi sebelum proses login dilanjutkan.Muncul tooltip peringatan bawaan browser “Please fill out this field.” pada kolom Password. Proses login tidak dilanjutkan ke server.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)
B01Mengisi seluruh field wajib pada form Booking Gedung: memilih gedung “Ruang Kelas B (Rp 1.800)”, Tanggal Mulai dan Tanggal Selesai “26 Juni 2026”, Waktu Mulai “08:00 AM”, Waktu Selesai “05:00 PM”, serta mengisi Tujuan Penyewaan, lalu klik “Ajukan Booking”Sistem berhasil membaca seluruh data booking, menyimpannya ke database, menghasilkan kode booking otomatis, dan menampilkan notifikasi booking berhasil diajukan.Booking berhasil diajukan dengan kode otomatis BK-20260625-24DBA. Sistem menampilkan notifikasi hijau “Booking berhasil diajukan! Kode: BK-20260625-24DBA” dan data langsung muncul di halaman Riwayat Penyewaan dengan status “Pending”, gedung “Ruang Kelas B”, tanggal “26 Juni 2026”, waktu “08:00–17:00 WIB”, dan biaya “Rp 1.800.000”.Sesuai
B02Memilih gedung pada field “Pilih Gedung”, namun mengosongkan field “Tanggal Mulai” (field wajib lain tetap terisi default), lalu klik “Ajukan Booking”Sistem menampilkan pemberitahuan bahwa field Tanggal Mulai wajib diisi, dan proses pengajuan booking tidak dilanjutkan ke server.Muncul tooltip peringatan bawaan browser “Please fill out this field.” tepat di atas field Tanggal Mulai yang masih menampilkan placeholder “mm/dd/yyyy”. Proses booking tidak dilanjutkan.Sesuai (tervalidasi, namun validasi murni mengandalkan browser, bukan sistem)

Pengujian website Gedung Diklat Tangsel dilakukan pada dua form, yaitu Form Masuk (Login) diuji sebanyak empat kali dan Form Booking Gedung diuji sebanyak dua kali. Secara total, terdapat enam kali pengujian.

4. Kesimpulan

Pengujian website Gedung Diklat Tangsel menggunakan pendekatan Black Box bertujuan untuk melihat apakah perangkat lunak tersebut berjalan sesuai kebutuhan fungsionalitasnya atau tidak, tanpa melihat kode sistem yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian pada form Masuk (Login) dan form Booking Gedung, dapat disimpulkan bahwa fungsi utama sistem—yaitu proses autentikasi pengguna dan proses pengajuan booking gedung—berjalan sesuai dengan yang diharapkan ketika data yang dimasukkan valid dan lengkap, ditandai dengan keberhasilan login ke Dashboard serta keberhasilan booking yang menghasilkan kode unik (BK-20260625-24DBA) dan tercatat pada Riwayat Penyewaan dengan status Pending.

Namun demikian, pengujian juga menemukan satu catatan penting pada aspek validasi data: seluruh mekanisme validasi yang teramati pada kedua form—baik validasi format email (“Please include an ‘@’ in the email address”) maupun validasi field wajib diisi (“Please fill out this field”)—merupakan validasi bawaan browser (HTML5 native validation) dan bukan validasi yang secara eksplisit diimplementasikan oleh sistem/back-end. Hal ini berarti, jika permintaan (request) dikirim langsung ke server tanpa melalui antarmuka browser standar (misalnya melalui automasi atau alat pengujian API), kemungkinan data yang tidak valid atau tidak lengkap dapat lolos tanpa tertangkap oleh sistem, karena belum dapat dipastikan adanya validasi pada sisi server. Temuan ini sejalan dengan permasalahan yang umum ditemukan pada penelitian pengujian black box sejenis, yaitu pentingnya validasi data tidak hanya bergantung pada satu lapisan saja.

5. Saran

Untuk menunjukkan kelayakan sebuah aplikasi, perlu dilakukan berbagai penilaian agar hasil pengujian sesuai dengan kebutuhan. Beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil pengujian ini, antara lain:

  1. Menambahkan validasi pada sisi server (back-end) untuk format email dan field wajib diisi, agar sistem tidak sepenuhnya bergantung pada validasi bawaan browser yang dapat dilewati.
  2. Melakukan pengujian tambahan terhadap skenario booking yang lebih kompleks, misalnya pengajuan booking pada gedung dan rentang waktu yang sudah dipesan pihak lain (cek bentrok jadwal), serta pengajuan dengan tanggal yang sudah lewat (tanggal lampau).
  3. Melakukan pengujian lanjutan terhadap fitur Rekomendasi DSS (metode SAW) untuk memastikan perhitungan bobot kriteria (ketersediaan jadwal, kapasitas, harga, dan fasilitas) menghasilkan rekomendasi gedung yang akurat sesuai kebutuhan pengguna.
  4. Melakukan pengujian dengan teknik lain, seperti White Box Testing atau Boundary Value Analysis, guna menemukan kesalahan/bug tambahan dalam rangka penyempurnaan sistem secara keseluruhan.

Referensi

Catatan: daftar referensi di bawah ini mengikuti referensi pada jurnal asli yang menjadi acuan adaptasi ini. Sesuaikan/lengkapi dengan referensi yang relevan untuk topik sewa gedung apabila diperlukan untuk keperluan akademik formal.

Amalia, A., Putri Hamidah, S. W., & Kristanto, T. (2021). Pengujian Black Box Menggunakan Teknik Equivalence Partitions Pada Aplikasi E-Learning Berbasis Web. Building of Informatics, Technology and Science (BITS), 3(3). https://doi.org/10.47065/bits.v3i3.1062

Arwaz, A. A., Kusumawijaya, T., Putra, R., Putra, K., & Saifudin, A. (2019). Pengujian Black Box pada Aplikasi Sistem Seleksi Pemenang Tender Menggunakan Teknik Equivalence Partitions. Jurnal Teknologi Sistem Informasi Dan Aplikasi, 2(4). https://doi.org/10.32493/jtsi.v2i4.3708

Krismadi, A., Lestari, A. F., Pitriyah, A., Mardangga, I. W. P. A., Astuti, M., & Saifudin, A. (2019). Pengujian Black Box berbasis Equivalence Partitions pada Aplikasi Seleksi Promosi Kenaikan Jabatan. Jurnal Teknologi Sistem Informasi Dan Aplikasi, 2(4). https://doi.org/10.32493/jtsi.v2i4.3771

Priyaungga, B. A., Aji, D. B., Syahroni, M., Aji, N. T. S., & Saifudin, A. (2020). Pengujian Black Box pada Aplikasi Perpustakaan Menggunakan Teknik Equivalence Partitions. Jurnal Teknologi Sistem Informasi Dan Aplikasi, 3(3). https://doi.org/10.32493/jtsi.v3i3.5343

Yulianti, Al Khaidar, A., Fazriansyah, R., Ramadhan, S. G., Putra, W. A., & Sitio, S. L. M. (2023). Pengujian Black Box pada Website MyUnpam menggunakan Teknik Equivalence Partitioning. Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi, 6(2), 154–161. https://doi.org/10.32493/jtsi.v6i2.25501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *