Penulis: Fajar alamin
Jakarta – Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berhasil meraih predikat sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Capaian ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan strategi kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam menahkodai birokrasi yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kolaborasi dan Digitalisasi Birokrasi
Keberhasilan Banyuwangi tidak terlepas dari komitmen Bupati Ipuk dalam melakukan transformasi birokrasi. Ia menekankan bahwa kunci utama dalam menciptakan kinerja yang unggul adalah sinergi antara digitalisasi layanan dengan budaya kerja yang adaptif.
Bupati Ipuk menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memastikan setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi memiliki mentalitas “melayani”. Penggunaan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) di Banyuwangi telah terintegrasi dengan baik, memungkinkan pelayanan publik menjadi lebih cepat, murah, dan transparan.
Fokus pada Indikator Utama
Dalam evaluasi yang dilakukan Kemendagri, terdapat beberapa indikator utama yang menjadi poin penilaian, di antaranya:
- Tata Kelola Pemerintahan: Efisiensi dalam penggunaan anggaran dan transparansi administrasi.
- Pelayanan Publik: Inovasi dalam sektor kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan yang menyentuh lapisan bawah.
- Pemberdayaan Ekonomi: Keberhasilan dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pariwatan lokal.
“Prestasi ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras lagi. Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Bupati Ipuk, Kamis (18/6/2026).
Budaya Kerja Inovatif
Ipuk Fiestiandani dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif mendorong jajarannya untuk terus berinovasi. Di bawah arahannya, setiap dinas ditantang untuk menciptakan program yang menjawab tantangan spesifik di lapangan. Hal ini meminimalisir program-program yang bersifat administratif semata, namun tetap menjaga akuntabilitas keuangan daerah.
Predikat sebagai daerah dengan kinerja terbaik ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola potensi daerah secara maksimal. Dengan komitmen yang berkelanjutan, Banyuwangi terus membuktikan bahwa daerah dengan sumber daya yang dikelola dengan baik mampu bersaing secara nasional bahkan internasional.