Badan Gizi Nasional Lakukan Transformasi Anggaran: Tingkatkan Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis dengan Menghapus Pengadaan Tidak Bermanfaat

Penulis: Fajar alamin

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi anggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil guna memastikan penggunaan anggaran negara lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat, tanpa mengurangi kualitas gizi yang diterima oleh para penerima manfaat.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa efisiensi yang dilakukan bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program prioritas ini. Sebaliknya, BGN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai operasional, termasuk dengan menghentikan atau menghapus pengadaan yang dinilai kurang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Nanik dalam keterangannya.

Beberapa langkah konkret yang dilakukan BGN dalam upaya efisiensi ini meliputi:

  1. Penajaman Tata Kelola Operasional: BGN melakukan audit dan penataan ulang terhadap dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah ada. BGN juga menetapkan moratorium pembangunan dapur baru di titik-titik tertentu untuk memastikan fasilitas yang sudah ada beroperasi dengan maksimal dan efisien.
  2. Penyesuaian Pola Distribusi: Mengubah skema pemberian makanan agar lebih relevan dengan kegiatan sekolah, termasuk menghentikan skema pemberian paket makanan (bundling) saat hari libur, sehingga makanan diberikan langsung saat siswa berada di sekolah.
  3. Evaluasi Penerima Manfaat: Melakukan exercise dan penajaman sasaran penerima manfaat untuk tahun 2027, guna memastikan alokasi anggaran benar-benar menyentuh kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi gizi strategis, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta peserta didik yang paling terdampak risiko stunting.
  4. Optimalisasi Sumber Daya: BGN terus berupaya memperkuat tata kelola anggaran agar tidak terjadi pemborosan pada item-item operasional yang tidak esensial. Fokus utama dialihkan untuk menjaga kualitas per porsi makanan tetap memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

BGN memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan dengan perhitungan yang matang agar tetap sejalan dengan target nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Melalui langkah efisiensi ini, BGN berharap program MBG dapat berjalan lebih tangguh, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi 62,5 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara digunakan secara bertanggung jawab. Dengan perbaikan tata kelola ini, BGN yakin program MBG akan menjadi penggerak ekonomi daerah yang kokoh dan berkelanjutan,” tutup Nanik.

Tentang Badan Gizi Nasional (BGN): Badan Gizi Nasional adalah lembaga pemerintah yang dibentuk untuk mengoordinasikan dan melaksanakan program pemenuhan gizi nasional guna mencetak generasi yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi. Fokus utama BGN adalah pencegahan stunting serta pemenuhan gizi bagi ibu hamil, menyusui, balita, dan anak sekolah melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *