Buka Pertemuan Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara di Bali, Menpora Tekankan Pentingnya Sport Science dan Ekonomi Digital

Penulis: Fajar alamin

Tangerang, 7 MEI 2026 – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia secara resmi membuka Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/5). Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari 10 negara anggota ASEAN untuk membahas masa depan ekosistem olahraga di kawasan tersebut.

Dalam pidato pembukaannya, Menpora menekankan bahwa tantangan olahraga di masa depan tidak lagi terbatas pada pembinaan fisik, melainkan integrasi Sport Science dan pemanfaatan ekonomi digital. “Indonesia ingin mendorong ASEAN menjadi pusat inovasi olahraga. Kita memiliki pasar yang besar, dan sudah saatnya kita berkolaborasi dalam pertukaran data performa atlet serta pengembangan industri e-sports yang sehat,” tegasnya.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, di antaranya:

  • Program Pertukaran Atlet Muda: Kerja sama pelatihan lintas negara untuk cabang olahraga prioritas Olimpiade.
  • Standardisasi Fasilitas Pelatihan: Upaya menyetarakan kualitas fasilitas olahraga di negara-negara anggota agar bisa bersaing di level global.
  • Pemberantasan Doping dan Pengaturan Skor: Komitmen kolektif untuk menjaga integritas kompetisi olahraga di Asia Tenggara.

Di sisi lain, Menpora juga menyinggung antusiasme publik dalam negeri terkait penyelenggaraan Liga domestik. Beliau mengapresiasi kedewasaan suporter yang semakin meningkat dan berharap iklim positif ini terus terjaga, terutama menjelang pertandingan-pertandingan dengan tensi tinggi di akhir musim.

“Olahraga adalah bahasa universal. Melalui pertemuan di Bali ini, kita mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Asia Tenggara siap menjadi tuan rumah bagi ajang-ajang olahraga internasional yang lebih besar di masa mendatang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *