
Penulis: Ravi Tegar Al Amin
Shandi Noris, S.Kom., M. Kom Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang
Ujian di sekolah berfungsi sebagai sarana untuk menilai tingkat pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran yang telah diajarkan. Bentuk soal ujian dapat berupa pilihan ganda atau esai. Namun, penilaian ujian berbentuk esai masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan penilaian antar penilai serta memperlambat proses evaluasi. Kondisi tersebut juga terjadi di MTs Nurul Islam Cisauk dalam pelaksanaan ujian berbentuk esai pada berbagai mata pelajaran.
Menanggapi permasalahan tersebut, kami selaku peneliti dari Universitas Pamulang telah mengembangkan sebuah sistem ujian online yang dilengkapi dengan fitur penilaian ujian otomatis. Sistem ini dirancang sebagai alat bantu bagi guru untuk mempercepat proses koreksi ujian berbentuk esai.
Sistem penilaian ujian otomatis ini memanfaatkan konsep Automated Essay Scoring berbasis pemrosesan bahasa alami. Jawaban siswa dan jawaban referensi dari guru diubah menjadi representasi numerik menggunakan model text embedding. Selanjutnya, tingkat kesamaan makna diukur menggunakan algoritma cosine similarity. Hasil perhitungan berupa similarity score dengan rentang nilai 0 hingga 1, di mana nilai yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kesamaan makna yang lebih besar.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan similarity score yang bervariasi sesuai dengan karakteristik jawaban siswa. Pada soal esai yang bersifat deskriptif, jawaban yang memuat ide utama serta konteks yang sejalan dengan jawaban referensi cenderung memperoleh nilai yang tinggi, umumnya berada pada kisaran 0,7 hingga mendekati 0,9. Jawaban yang kurang lengkap menghasilkan nilai menengah, sedangkan jawaban yang tidak relevan memperoleh nilai rendah.
Pada soal-soal yang bersifat eksak atau berbasis fakta, khususnya pada mata pelajaran IPA, nilai similarity yang dihasilkan tidak selalu mencerminkan ketepatan jawaban secara konseptual. Hal ini disebabkan karena metode cosine similarity mengukur kesamaan makna teks, bukan kebenaran fakta secara mutlak. Oleh karena itu, sistem ini diposisikan sebagai alat bantu penilaian awal dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru sepenuhnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian ujian otomatis berbasis cosine similarity dapat meningkatkan efisiensi proses evaluasi pembelajaran, terutama pada soal-soal esai yang bersifat deskriptif dan konseptual. Dengan dukungan sistem ini, guru dapat terbantu dalam proses koreksi ujian berbentuk esai tanpa menghilangkan peran penting penilaian manual dalam penentuan hasil akhir.
Kami menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan guna penyempurnaan penelitian ini pada masa mendatang.