Di tengah pesatnya perkembangan era digital, pelajar madrasah kini telah bertransformasi menjadi digital native yang kesehariannya sangat bergantung pada internet, mulai dari mengakses materi sekolah hingga hiburan seperti game online. Namun, tingginya intensitas penggunaan gawai ini sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman keamanan yang memadai, sehingga menciptakan celah kerentanan yang serius terhadap serangan siber.
Merespons kesenjangan literasi tersebut, tim mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) yang terdiri dari 10 orang mengambil inisiatif proaktif. Mereka melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang menyasar siswa MA Raudlatul Hidayah, sebuah sekolah berbasis komunitas yang terletak di kawasan pesisir Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 13 November 2025 dengan fokus materi yang sangat spesifik dan relevan. Para mahasiswa memberikan pelatihan intensif mengenai tiga ancaman utama:
- Phishing: Mengingat siswa sering aktif di media sosial, mereka diajarkan mewaspadai tautan palsu yang mencuri data.
- Man-In-The-Middle (MITM): Edukasi mengenai bahaya penggunaan Wi-Fi publik sembarangan yang memungkinkan peretas menyadap komunikasi data siswa.
- Malware: Pengenalan terhadap perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak sistem perangkat.
Sebagai solusi konkret, tim UNPAM tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memperkenalkan platform website inovatif bernama “Si Bendi” (Benteng Digital) serta membagikan buku panduan digital (E-book) untuk membantu siswa mendeteksi dan mencegah ancaman tersebut secara mandiri.
Inovasi “Si Bendi” sebagai Benteng Digital
Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa yang dibimbing oleh Bapak Sarman, S.Kom., M.Kom., memperkenalkan sebuah inovasi bernama “Si Bendi” atau Benteng Digital.
Ketua Pelaksana PKM, Dahlia Agustina, menjelaskan bahwa “Si Bendi” adalah platform website edukasi yang dirancang khusus untuk pelajar. Website ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga fitur pemindaian file dan URL untuk mendeteksi ancaman keamanan.
“Siswa madrasah adalah digital native, namun pemahaman mereka tentang keamanan data sering kali belum memadai. Melalui ‘Si Bendi’ dan E-book panduan yang kami bagikan, kami ingin mereka mampu mendeteksi serangan siber secara mandiri,” ujar perwakilan tim.

Tim Mahasiswa Universitas Pamulang berfoto bersama siswa MA Raudlatul Hidayah usai kegiatan sosialisasi keamanan siber
Tantangan Jadi Peluang: Belajar Tanpa Proyektor
Ada cerita menarik dalam pelaksanaan PKM kali ini. Di tengah acara, tim menghadapi kendala teknis berupa kerusakan pada proyektor yang seharusnya digunakan untuk simulasi serangan siber. Namun, hal ini justru memunculkan kreativitas dan interaksi yang lebih hidup.
Tim mahasiswa UNPAM dengan sigap mengubah strategi menjadi pendekatan personal. Materi simulasi malware dan panduan yang seharusnya ditampilkan di layar besar, langsung ditransfer secara digital ke ponsel masing-masing siswa melalui ketua kelas.
“Respons siswa justru luar biasa. Mereka bisa membaca dan memahami materi langsung di HP mereka. Suasana jadi lebih interaktif karena tidak berjarak,” ungkap laporan kegiatan tersebut.
Untuk mendemonstrasikan website “Si Bendi”, tim memanggil perwakilan siswa laki-laki dan perempuan untuk maju ke depan dan menjadi operator langsung di laptop tim, sementara mahasiswa memandu sebagai narator. Metode ini membuat siswa lain lebih fokus memperhatikan rekan sebayanya yang sedang praktik.

Salah satu siswa MA Raudlatul Hidayah mencoba fitur website “Si Bendi” didampingi mahasiswa UNPAM sebagai pengganti tampilan proyektor
Membangun Generasi Sadar Keamanan Data
Kepala Sekolah MA Raudlatul Hidayah, Bapak A. Khutbi AR, S.Pd., menyambut positif inisiatif ini. Pihak sekolah menyadari bahwa infrastruktur Wi-Fi sekolah dan penggunaan gawai pribadi siswa memang memiliki celah keamanan jika tidak dibarengi dengan literasi yang cukup.
Acara ditutup dengan sesi kuis berhadiah (doorprize) yang meriah dan penyerahan plakat penghargaan kepada pihak sekolah. Para siswa terlihat antusias, tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang cara mengamankan akun dan perangkat mereka, tetapi juga wawasan mengenai dunia perkuliahan di Universitas Pamulang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MA Raudlatul Hidayah dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran keamanan siber ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar Mauk, Tangerang.