Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang Dorong Kedisiplinan dan Transparansi Sekolah Melalui Implementasi Website Pelanggaran Siswa di SMAN 16 Jakarta

Jakarta — Transformasi digital di bidang pendidikan kembali mendapat dorongan positif melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang. Bertempat di SMAN 16 Jakarta, para mahasiswa mengimplementasikan Website Sistem Informasi Pelanggaran Siswa sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan serta transparansi pengelolaan data di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025 ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan sekolah terhadap sistem pengelolaan informasi yang modern dan berbasis teknologi. Website yang dikembangkan dirancang untuk menggantikan proses pencatatan pelanggaran siswa yang sebelumnya dilakukan secara manual, sehingga menjadi lebih efisien, terstruktur, dan mudah diakses.

Melalui sistem ini, guru dan pihak sekolah dapat mencatat jenis pelanggaran, waktu kejadian, serta identitas siswa secara terintegrasi dalam satu platform. Data yang tersimpan dapat diolah menjadi laporan secara otomatis, sehingga memudahkan pihak sekolah dalam melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembinaan siswa. Selain itu, sistem ini juga mendukung prinsip transparansi karena setiap data tercatat dengan rapi dan dapat ditelusuri kembali apabila diperlukan.

Ketua tim PKM menyampaikan bahwa pengembangan website ini tidak hanya bertujuan sebagai penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi sekolah.

“Kami ingin menghadirkan sistem yang benar-benar bermanfaat bagi sekolah. Dengan adanya website ini, proses pencatatan pelanggaran menjadi lebih cepat, akurat, dan dapat mendukung pembentukan karakter disiplin siswa,” ujarnya.

Pihak SMAN 16 Jakarta menyambut baik kolaborasi tersebut dan memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan. Menurut salah satu perwakilan guru, sistem ini sejalan dengan kebutuhan sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi di dunia pendidikan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya sistem ini. Selain memudahkan pekerjaan guru, sistem informasi pelanggaran siswa juga mendorong terciptanya transparansi dan keteraturan dalam administrasi sekolah,” ungkapnya.

Tidak hanya melakukan implementasi teknis, mahasiswa Universitas Pamulang juga memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada guru serta staf sekolah terkait cara penggunaan website. Pendekatan ini bertujuan agar sistem dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan dalam kegiatan operasional sekolah sehari-hari.

Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Pamulang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi bagi masyarakat. Implementasi Website Sistem Informasi Pelanggaran Siswa di SMAN 16 Jakarta diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan sekolah yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kedisiplinan siswa secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *