Sumatra — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali menelan korban. Hingga Selasa (9/12), jumlah korban jiwa terus bertambah, sementara ribuan warga lainnya dilaporkan luka-luka dan kehilangan tempat tinggal. Hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama meluapnya sungai serta terjadinya longsor di beberapa titik rawan.
Tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang. Kondisi cuaca yang tidak stabil membuat proses evakuasi di beberapa lokasi terhambat. Sejumlah akses jalan juga terputus akibat tumpukan material longsor serta banjir yang merendam permukiman penduduk.
Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi di berbagai daerah, mulai dari ambruknya jembatan, rusaknya jaringan listrik, hingga fasilitas kesehatan yang tidak dapat beroperasi. Pemerintah daerah menyebut bahwa beberapa wilayah masih terisolasi sehingga distribusi logistik sulit dilakukan.
Sementara itu, desakan agar pemerintah Indonesia menerima bantuan internasional semakin menguat. Lembaga kemanusiaan dan pengamat kebencanaan menilai bahwa skala bencana kali ini sangat besar, sehingga membutuhkan dukungan alat berat, tenda darurat, obat-obatan, hingga pasokan pangan dari luar negeri. Sejumlah negara bahkan dikabarkan telah menyatakan kesiapannya mengirim bantuan apabila diminta secara resmi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa pemerintah pusat masih melakukan evaluasi untuk menentukan kebutuhan bantuan tambahan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan, pendataan kerusakan dilakukan dengan cepat, dan penyaluran bantuan bagi para pengungsi dapat merata.
Di sisi lain, para pengungsi yang kini tinggal di pos-pos sementara masih kekurangan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling terdampak akibat kondisi lingkungan yang padat dan kurang higienis.
BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor.